KEJADIAN RUH NABI MUHAMMAD ﷺ

”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
Sekalipun urutan (rangking) Nabi Muhammad ﷺ. adalah Nabi dan Rasul Allah yang terakhir (Khatamul Anbiyaa'), namun pada kenyataannya, beliau itu adalah orang (seorang manusia) yang pertama kali diciptakan oleh Allah, sebelum Allah menciptakan alam raya ini, termasuk didalamnya penciptaan Adam as. Tetapi Allah menciptakan Muhammad itu bukan dalam bentuk kasarnya (jasadnya) tetapi dalam bentuk nur/cahaya (ruh) yang hanya Allah sendiri yang mengetahui akan hakikat yang sebenarnya.
Dalam sebuah hadits qudsi Allah Ta'ala berfirman yang diriwayatkan dari Jabir radliyaallaahu 'anhu :
اِنَّ اۤللّٰهَ خَلَفَ رُوْحَ اَلنَّبِيِّ ﷺ مِنْ ذَاتِهِ وَخَلَقَ اْلعَالَمَ بِاَسْرِهِ مِنْ رُوْحِ مُحَمَّدٍ ﷺ .
”Sesungguhnya Allah SWT. menciptakan ruh (nyawa) Nabi Muhammad ﷺ, itu dari Dzat-Nya dan kemudian dijadikan alam raya ini seluruhnya (adalah percikan) dari nyawa (ruh) Nabi Muhammad ﷺ.
Dan Nabi Muhammad ﷺ sendiri bersabda:
اَوَّلــُ مَاخَلَقَ اْللّٰهُ تَعَالٰى رُوْحِيْ
"Pertama kali yang dijadikan oleh Allah SWT. adalah ruhku (nyawaku)".
Dan sabdanya lagi:
اَنَـامِن اللّٰهٍ وَاْلمُؤْمِنُ مِنِّيْ .
"Aku (Muhammad) adalah yang dijadikan pertama kali oleh Allah dan seluruh orang mukmin itu dijadikan dari padaku".
Dan dalam hadits qudsi Allah Ta'ala berfirman:
اَوَّلُ مَاخَلَقَّ اۤللّٰهُ تَعَالٰى نُوْرِيْ .
"Pertama-tama yang dijadikan oleh Allah SWT. adalah cahayaku (nur-ku)".
Dan selanjutnya, Allah jualah yang menyempurnakan cahaya-Nya. Dan akhirnya nur Muhammad Saw. itu memancar ke kesegenap penjuru alam dunia ini dari pada cahaya (nur) yang Maha Esa, yang Maha Tunggal itu.
